Dansanya Ibu Jari

cerita singkat

Wejangan 1

https://www.evernote.com/shard/s182/sh/902765e6-d68e-4977-9c52-41ce21d4d700/d770fff2af9130d1cfa9196c450af067

Advertisements

Bagi Mobilnya Satu Doong…

Kerja itu mengasyikkan ya. Apalagi kalau bisa berangkat pagi dan sampai seblum jam kerja dimulai. Tapi, yang bikin berangkat pagi jadi gak semangat itu kalau ketemu macet. Sebenarnya, macet di Surabaya gak terlalu jadi masalah buat gue. Secara masih bisa nyelip-nyelip. Apalagi kalau bisa nyenggol pengendara cewek yg kelihatan manis. Ah sedaaap. Bisa berawal dari serempetan berakhir jadi boncengan. Tiap pengendara pasti punya jalur yang biasa dilalui kan ya?

Nah, tiap pagi gue ngelewatin sebuah komplek perumahan dan pastinya gue ngelawatin blok-bloknya horang kayah. Paling senep tuh kalau mereka udah keluar dari rumahnya dengan mobil-mobil mewah. Iya kalau dia mau ngajakin gue buat naik ke mobilnya, kalau enggak, kan bikin iri dan malah bersemangat buat buktikan kalau gue bisa lebih dari dia…. suatu saat nanti. Ada satu rumah yang membuat gue bikin males bet kalau lewat depan rumah itu.

Gue gak tau nama pemiliknya, tapi kalau tiap pagi lewat depan rumah dia, itu pintu garasinya dari ujung depan sampai ujung belakang dibuka semua. Jadi dia itu mau pamer kalau punya 5 mobil yang berjejer rapi di rumahnya. Kalau mau dibayangkan, setengah dari luas rumahnya cuma buat parkiran mobilnya doang. Buat gue, itu suatu yang berlebihan. Apalagi mobil yang diparkir harganya di atas setengah em semua. Hasil pandangan mata gue nih.. semoga gak salah: dua land rover, satu odyssey, satu harrier, dan satunya gue gak tahu. Atau mungkin dia punya rumah lainnya yang ada mobilnya juga. Hmmm.. itu dia yang masih menjadi misteri buat gue.. #lebaydeh Buat gue sih, mbok ya jangan bikin iri gue kalau gak mau ngasih satu mobilnya buat gue.

Bai de wai, kalau gue lihatin yang punya rumah plus mobil-mobilnya tuh, kelihatannya seumuran bokap gue. 50 somting gitu. Dan satu yang gue ngarepin dari dia, semoga aja dia masih punya anak perempuan lagi. Secara tiap pagi dia suka gendong bayi, pasti itu cucu pertamanya. Gue yakin itu. #sok. Kalau dia punya anak perempuan yang masih bujang, kan kan gue bisa ada kesempatan buat dapat warisan mobilnya dgn jadi suami dari anaknya itu. #SinetronBanget

Sebagai seorang laki-laki, gue gak mau ngarepin harta dari warisan mertua gue nanti. Gue tetep harus berusaha lebih baik dari mertua gue dalam membahagiakan anaknya.

Cukup sekian nyinyiran dan harapan gue.

Get a life..

Judul di atas selalu saja terlontar dari teman-temanku… Mungkin karena setahun kemarin aku terbiasa membaca time line ketimbang membaca buku atau majalah…

Ini gue..

Hay hay… gue bukan penulis handal pun pencerita yang baik. Tulisan pertama yg kemarin aja dapat jutaan sambutan kritiki yang bisa bikin makan hati. Makan hati beneran lho. Sebenarnya, blog udah ada dariuu kapan tau, taunya pas Mas Aan dan mBak Elna ngajakin #15harimenulisdiblog ternyata blogku masih kosong melompong bagai hati jomblo yg tak ada penghuninya. Ups. Curcol dikit.

Kali ini gue mau cerita sedikit tentang gue, agar sesuai dengan tema #15harimenulisdiblog perkenalan. Etapi, gue jadi bingung mau mulai dari mana? Maklum demam panggung blog nih. *megang keybord sampe gemeteran*
Di dunia maya, gue memperkenalkan diri dengan sebutan ngKong Parto. Dengan nama itulah gue jadikan username di berbagai socmed dan situs jejaring sosial. Termasuk blog ini.
Pasti ada yg bertanya-tanya, kenapa bisa namanya ngKong Parto? Jangan berpikir bahwa itu nama asli gue ya.

Panggilan ngKong sudah melekat dalam diri gue sejak 12 tahun lalu. Maklum lah, dulu gue kelihatan tua yang kayak udah punya cucu 10 aja. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, gue makin lama makin terlihat muda walau usia gue juga masih muda. Jadi keinget film Curious Case Benjamin Button, ya kayak gitulah kira-kira kalau mau dibayangkan. Gak terlalu berlebihan kan? Kalau menyandang nama Parto baru sekitar 16 tahun. Ya gak beda jauh sama usiaku yang sekarang sih. Lumayan lama juga ya aku pakai nama ngKong Parto?

Cuma Itu Yang Kumau

Cinta itu tak pernah ada. Dan akan selalu tak pernah ada dalam benakku. Itupun sudah berkali-kali sahabat terdekatku mengingatkan bahwa cinta itu ada. Sampai mereka mencoba mencarikan pasangan untukku. Tapi, tetap saja tak pernah ada cinta yang muncul dalam perkenalan demi perekenalan. Sahabatku yang lainnya tak pernah menyerah, ia kenalkan lagi teman-teman yang dirasa pantas untukku.

Hingga temanku mengenalkan temannya yang terakhir. Perkenalan singkat yang masih terbayang. Tetapi masih saja belum kutemukan apa itu cinta. Dan memang tak pernah ada di dalam benakku selama perkenalan. Di akhir perjumpaan, temannya itu tiba-tiba menciumku, tepat di bibirku. Dan cuma itu yang aku mau..

lamaran kerja

kalau semua membicarakan ciuman pertama yang penuh sensasi.. aku sih mau cerita sensasiny mengirim surat lamaran.. iya surat lamaran untukmenjadi seorang suami..

awalnya sih biasa aja.. secara hampir mirip sama lamaran kerja pada umumnya.. aku sih gak tau perasaan di perempuan.. tapi, pasti ada harapan dibalik semua itu.. iya, harapan untuk bisa diterima kerja jadi suaminya..

dan surat lamaranku diterima olehnya. entah apa yang ia pikirkan, tapi apa pun keputusannya membuat aku gundah gulana..